Januari 31, 2013

Antagonis



Bagi saya, film yang membuat kesal dan menyesal sudah saya tonton itu adalah film yang sampai ending si tokoh jahat tidak mendapat balasan setimpal atas semua kejahatan yang sudah dilakukannya. Mungkin terlalu klise bahkan kuno jalan cerita yang demikian dimana sebuah cerita si tokoh jahat kalah oleh kebenaran dari si tokoh baik. Tapi jika sampai akhir si tokoh jahat tetap ada dan masih jahat membuat otak saya berkerut-kerut “Memang ada ya orang yang demikian di dunia?”

Januari 27, 2013


belum. belum apa-apa. belum seberapa. masih panjang yang hendak kau tempuh. jadi kau tak boleh lelah. begitu ya aturannya?


 

Januari 26, 2013

Pemimpin #2

“I have the best reason that you cannot imagine. That's the best decision at that time, the only decision I could take. Otherwise, this nation now, done.” Kata Habibie dalam obrolannya dengan Reza Rahadian pada suatu saat disinggung masalah lepasnya Timor Leste. Bagi orang awam, hal itu jelas hal besar dan merugikan Indonesia karena artinya berkurang wilayah kekuasaan Indonesia. Tapi jelas, pasti ada alasan besar kenapa Habibie harus melakukan hal tersebut.

Memang tidak mudah jadi pemimpin. apalagi presiden. Tapi bukan berarti maju jadi presiden tidak lebih mudah kan, ya...

Januari 20, 2013

Catatan Pagi


Tentang pagi. Aku ingin sekali berbagi denganmu tentang pagi. Pagiku.

Pagiku mungkin bisa berarti kamu, karena sepertinya namamu sudah selalu otomatis tersebut di tiap sujud awal pagiku. Atau bisa jadi, pagi berarti obsesiku tentangmu. Tentang impian yang masih mengabur.
Mungkin bisa juga pagi adalah batas akhirku mengharapkanmu. Berharap mulai hari ini dan seterusnya aku mampu tak tergantung padamu. Mampu tak melulu menginginkanmu, bersiap jika semesta nanti ternyata tak pernah menghendaki kita bersama.

Maka jika seharian ini mendung selayaknya pagi yang masih gelap, seharian pula aku akan terperangkap pagi. Jika matahari tak kunjung bersinar aku akan terus terjebak dalam pagi. Hingga gelap.

*gambar dari sini

Januari 16, 2013

Ibuk

Kalo ada pertanyaan siapa yang sering bikin saya kesel nomer satu di dunia, saya jawab ibuk. tapi kalo ada pertanyaan siapa yang paling ingin saya bahagiakan nomer satu di dunia juga saya jawab ya ibuk. nah, kok  kontradiktif? Ya memang.

Seringkali saya merasakan saya begitu membenci ibuk kalo ibuk lagi kesal, entah ada sesuatu yang tidak berkenan di hatinya atau lagi PMS atau entah apapun yang bisa memancing amarahnya dan saya kena dampaknya, diomeli. Dan tabiat saya yang persis ibuk, seringkali jadinya kami beradu argumen yang saya pikir sama sekali bukan masalah yang penting. atau di kala lain, saat ibuk berpesan sesuatu dan diulang-ulang juga sering membuat saya kesal. atau kala lain yang jumlahnya banyak tak terbatas untuk bisa diceritakan.

Januari 15, 2013

Rumah

Rumah saya berbenah. Sedikit ada berlebih rejeki, renovasi di lakukan di sana-sini. Melanjutkan pembangunan tahap per tahap yang entah kapan akan selesai, mengingat bapak saya yang suka tiba-tiba berinovasi. 

Saya tertarik komentar ada seorang saudara saya, dia bilang “ngapain rumah dibuat bagus… toh pada akhirnya nanti akan ditinggali berdua. Anak-anak dibawa suaminya. Atau kalo nggak diwariskan ke anaknya.”

Januari 13, 2013


“I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best.”
― Marilyn Monroe

Januari 08, 2013

Pemimpin


Saya suka kagum dengan orang-orang yang berambisi sekali menduduki jabatan atau posisi penting tertentu. Orang-orang demikian punya rasa percaya diri dan keyakinan yang tinggi, bahwa ia mampu menjadi pemimpin besar. Salut!

Saya beberapa kali sempat menjadi pemimpin (di kelompok kecil sih). sejak SD entah bagaimana ceritanya saya selalu ada di posisi yang pada akhirnya tak bisa mengelak ketika ditunjuk menjadi pemimpin. mulai dari ketua regu pramuka, pemimpin lomba gerak jalan, ketua tim lomba senam, ketua kelompok belajar, dan lain sebagainya sampai saya kuliah dan menjalani beberapa peran saya di organisasi atau tugas kelompok. sebagian memang saya inginkan tapi kebanyakan karena "kepepet" tak ada pilihan untuk menolak.

Januari 04, 2013

I Just Haven't Met You Yet...


Sudah seharusnya awal tahun ini dimulai dengan jiwa positif dan penuh semangat. Harapan-harapan yang tahun lalu belum teraih sudah sewajarnya ingin saya dapatkan tahun ini. Apa itu? Berkarir!

Dan saya merasa Just Haven't Met You Yet-nya Michael Buble ini cocok sekali dengan suasana perasaan dan keadaan saya sekarang. Just haven't met you yet. Cuma belum ketemu aja kok (yang cocok) :))

Desember 30, 2012

Kepuasan Konsumen #2

Di Mall sering sekali kita jumpai mbak-mbak dan mas-mas, SPG dan SPB make up atau parfum. nah, kemarin saya jadi korbannya. bukan saya sih, tapi bapak saya.

Jadi ceritanya saya dan bapak ke hypermart. nah, pas balik dicegat sama mas-mas marketing make-up itu, yang dijual di botol-botol berbentuk tabung kecil itu lho. katanya sih dari sari pati bengokoang jadi aman. Nah, karena saya sudah sering menemui yang seperti ini biasanya saya tegas menolak ketika dibujuk-bujuk. Tapi berhubung karena saya sedang sama bapak (bapak saya ini orangnya baik) yang ternyata bersedia jadi bahan eksperimen si mas-mas tadi, jadi mau tak mau saya ngekor di belakang. saya sih sudah males-malesan mendengerkan, sementara si masnya udah oles-oles tangan bapak saya, promosi inlah itulah.

Desember 29, 2012

Out of Focus!

Ada banyak sekali yang ingin saya tulis. saking banyaknya saya sampai tidak mengerti apa yang sebenrnya saya paling ingin tulis. mulai dari soal tentang pelayanan konsumen, acara di tivi yang bikin gemes dan udah gatel banget ingin komentar panjang lebar, review tentang kehidupan satu tahun kebelakang (wajib!), draft-draft cerpen yang mepet deadline, tapi nyatanya belum ada yang selesai. seperti keinginan saya, saking banyaknya sampai saya jadi lupa sebenarnya apa yang saya inginkan.

Fokus.
sepele, tapi bagi orang seperti saya memang susah untuk memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan. apalagi menginginkan secara bersamaan. jadinya ya seperti ini, kehilangan arah sampai mau habis hari-hari 2012.


Desember 26, 2012

Pasir Putih di Pulau Mungil


"Saya jatuh cinta. Bagi saya yang jarang berlibur atau ketempat wisata terutama laut, menemukan ada sebuah pulau kecil dari sebuah pantai di kabupaten Jepara (pantai Bandengan), membuat saya rela berpanas-panasan duduk di dek kapal yang tak beratap karena memang kapalnya sangat penuh. Ya, saya sudah jatuh cinta sejak pertama kali menginjakkan kaki di sana, beberapa tahun silam."
Pulau Panjang dengan senja keemasan.


Desember 25, 2012

Kepuasan Konsumen


Ini cerita seorang bapak-bapak.
"Mbak, yang itu harganya berapa..."
"Sekian, Pak..." Jawab si mbak cantik pramuniaga toko.
"Kalo yang itu..." Si Bapak nunjuk ke barang yang lain, yang dari jauh juga sudha keliahatan kualitasnya lebih bagus.
"Wah mahal, Pak..."
"Berapa?" Si Bapak masih sabar.
"Mahal lho, Pak... kisaran sekian...." Mbak pramuniaga masih berteka-teki menunjukkan harga.
"Lha ya berapa, tho Mbak. Kan ya ada harganya..." Tegur Si Bapak mulai kesal.
"....." Mbaknya akhirnya menyebutkan sederet angka.
"Lha ya mbok bilang daritadi. Jangan dikira saya ndak mampu beli." Bapaknya dengan nada agak tinggi.
"..........." Si Mbak terdiam.

Kejadian seperti itu sebenarnya juga sering saya hadapi, dimana pas saya mau beli sesuatu eh penjualnya judesnya minta ampun. Kalau saya sih, kalau tidak kepepet sekali tidak akan pernah menginjakkan lagi di toko tersebut.

Nah, apa yang bisa dipelajari. Tentang kepuasan konsumen. Hal-hal kecil seperti itu senyatanya diperhatikan oleh pemilik-pemilik toko, apalagi yang masih skala kecil agar usahanya tetap bertahan. Kebanyakan cenderung berpikir bagaimana menyediakan produk-produk berkualitas, tetapi malah lupa bahwa di atas segalanya konsumen memegang peranan yang penting. Menyebalkan bukan saat kita hendak berbelanja justru diremehkan, semiskin apapun kita...

Pembeli kan raja...


Desember 22, 2012

nulis, kirim, nulis, kirim, nulis, kirim, gagal, gagal, gagal. nulis, nulis, nulis, nulis, baca, baca, baca, baca, nulis, kirim!

banyak sayembara nulis yang saya ikuti, tapi belum ada satupun yang menang. oke. pasti lain kali juara, pasti pasti pasti. Seperti kata Andrea Hirata, "Berkaryalah, karena karya akan menemukan jalannya sendiri"

terus berkarya!


Desember 21, 2012

Monolog Desember

Desember 2012

-  apa yang ramai di televisi?
+  masih sama itu-itu saja.
-  terus apa yang sudah kamu lakukan, al?
+  masi sama itu-itu saja.
-  ......?
+  eee...  saya sudah mencapai beberapa hal tahun ini, meski ada banyak hal yang belum tercapai. dan saya akan mencapainya setelah ini.
-  oke.

Ada banyak hal yang tercapai, meski lebih banyak lagi yang belum tercapai. Tapi bukankah tidak ada yang tidak bisa disyukuri...

Desember 18, 2012


Tuhan tahu, tapi menunggu
-Tolstoy, Sang Pemimpi/Andrea Hirata


Why so serious, al...



Saya teringat sebuah malam. Malam dimana seseorang berkata pada saya, bahwa saat kita sedang ada di suatu momen tertentu sudah sewajarnya kita menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.
Secara umum saya sepakat.

Tapi mengingat konteks percakapan kami saat itu, saya jadi ragu. Saat itu, kami terlibat di suatu kelompok (kumpulan teman-teman lama) dengan jalan pikir dan pengalaman masing-masing yang jauh berbeda saat masih sama-sama berseragam putih abu. Kami dengan idealisme masing-masing saling berargumen, dan si kawan saya yang satu tadi membisikkan hal tersebut pada saya. Saya pun akhirnya diam dan mengikuti perkataannya.

Desember 07, 2012

Ladies... We aren't a materialistic person. Are we?

Terganggu menonton sebuah TVC salah satu bank di Indonesia.

Iklan kartu kredit. biasa sih ya.
kalo iklan kartu kredit untuk membeli rumah, membeli mobil, atau barang prestige apapun saya sih nggak terlalu terganggu. tapi kali ini, sebagai pengamat iklan televisi (halah! nonton iklan juga sekali-sekali :p) saya terganggu dengan materi iklan : melamar pacarnya pake barang kreditan. saya tidak bilang itu salah. saya juga tidak sok jual mahal tak mau diberi barang mahal (mau banget lah!). tapi kalau dibayarnya kreditan? ngggggg.... ya gimana ya....

Iklan itu kan kalo kata bu dosen advertising (favorit mahasiswa) saya dulu harus based on data. artinya ada data kuat sebagai pondasi dibuatnya materi iklan yang demikian. Nah, apa iya sih benar seperti itu matrenya perempuan Indonesia? Nah, apa namanya kalau bukan matre rela dilamar pake barang kreditan. Well, mari para perempuan kita tanya pada diri sendiri...

Desember 04, 2012

Get Merried

Sedang ramai sekali membahas Pak Bupati Garut yang konon katanya sudah menikah (siri) dengan gadis di bawah umur dan menceraikannya setelah empat hari pernikahan. Seperti apa kebenarannya? Saya tidak tahu juga. Di media begitu rupa-rupa ceritanya. Tentu saya tak ingin percaya begitu saja.

Saya tak hendak berkomentar panjang lebar. tak hendak pula mencari siapa yang salah, pun tak hendak mempertanyakan yang sudah tak bisa dirubah.

saya hanya sedikit mencatat pesan untuk saya sendiri dan anak, cucu perempuan saya kelak.

Menikah itu pilihan.
mau menikah dengan siapa, dengan orang bagaimana, umur berapa, dari golongan apa, menikah kapan, mau nikah siri atau nikah sara dan lain sebagainya itu semua pilihan.

di setiap jejak langkah, kita punya pikiran dan hati untuk bertindak. maka, kita punya otak untuk memilih dengan siapa kita akan menikah. juga punya hati untuk menentukan dengan orang macam apa kita akan menikah.

maka jadilah cerdas, milikilah daya tawar. juga jangan biarkan hak pilih dirampas
perjuangkan dan jangan pernah menyerah
Pilihan selalu ada di tangan. Tapi ingat, ada konsekuensi dari setiap pilihan.


 *gambar dari sini

Desember 02, 2012

Jalan Rasa


Suatu sore di sepanjang jalan favorit kita dulu…
Aku berkendara sendirian, dengan pikiran melayang-layang pada ribuan kenangan yang terjadi di sepanjang jalan ini. Kenangan beberapa tahun yang lalu.

Di lampu merah aku berhenti, sejenak mengamati sepasang kekasih bercengkrama berboncengan mesra.
Aku pernah ada di posisi itu. dulu. Ah, aku benci sekali ada kata dulu.
Benar, saat disepanjang jalan aku mengoceh tak jelas dan kau hanya sesekali tertawa mendengarku, dan sesekali pula mengerling padaku.
Atau saat aku benar-benar sudah menyerah pada rasa kantuk yang menyerang,
Di udara yang dingin kau suruh aku merapat dan membiarkanku tertidur di punggungmu di sepanjang jalan protokol ini.
Bahaya, tapi amat nyaman.