Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Mei 19, 2016

Mbak, Carikan Aku Calon!"

“Mbak, carikan aku calon!” Rekan kerja saya tiba-tiba berkata demikian. Saya rasa, dia sudah terlampau desperete dalam pencariannya mencari istri. Di pertengahan tiga puluh-nya sekarang, dalam kurun waktu lima bulan terakhir dia mengaku sudah menjajaki empat perempuan yang didamba menjadi pacar dan calon istri. Sayangnya tidak ada yang cocok, akunya.

September 03, 2013

#bahagiaitusederhana

seorang sahabat bercerita, diantara waktu yang seharusnya bahagia ia justu merasa sebaliknya. Ia berprestasi, sayangnya ia merasa tak bahagia. ia punya kesempatan luas, sayangnya ia justru merasa tak bisa berbuat apa-apa.

manusia konon makhluk yang tak terbatas kepuasannya. tak pernah merasa cukup, selalu meminta lebih, mencari lagi dan mencari lagi. Tidak diberi protes, diberi ini minta yang itu, diberi yang itu ngiri yang sana, lalu seterusnya-seterusnya dan seterusnya.

kalo kata bapak saya dulu, dulu sekali saat saya masih kecil saat saya hanya bisa iri melihat teman saya punya sepeda baru, atau kawan saya yang motor orang tuanya keluaran terbaru sementara bapak saya hanya punya motor antik tua dan cuma satu, "lihat ke bawah. berkaca pada yang dibawah." kita pasti akan merasa lebih beruntung.

tiap orang memiliki takaran kebahagiaan yang berbeda. mungkin itulah Tuhan menyuruh manusia bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.


dan pada akhirnya, saya mungkin harus mengikuti mainstream pake #bahagiaitusederhana
=)

Agustus 28, 2013

Lonceng

Kamu merasa hidupmu sedang berat, Al? Mungkin kamu lupa bersyukur.

"Fabiayyi' ala irobbikuma
tukadziban"
~ Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (QS. Ar Rahman)

Dan bukankah Tuhanmu juga Ar Rahim?



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Agustus 22, 2013

Di Sini Lagi

Dan disinilah saya sekarang. Di ibukota lagi.

Sedari jaman kuliah saya tak pernah suka balik dari rumah lalu sampai ke perantauan tak ada aktifitas. Karena apa? Karena saya hanya bisa "nglangut" merasakan betapa bedanya hari ini saat saya sudah kembali ke perantauan dengan hari kemarin saat saya masih di rumah, makan masakan ibuk saya sembari mendengar cerita bapak dari sekolahan.

Lalu harus bagaimana. Beraktifitas dan bergerak, agar gundah hilang sudah. Halah.

Selamat kembali ke dunia nyata...


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

April 13, 2013

Generasi-generasi Nekat

Kata para senior, kami ini generasi nekat. Benar. Tim MDP (Media Development Program) Net Mediatama adalah sekumpulan orang-orang nekat. Sebenarnya apa sih yang bisa dijanjikan oleh sebuah perusahaan baru -yang masi bayi malah- untuk kami ikut ambil bagian di dalamnya, beridealisme bersama mencapai mimpi dan tujuan besar bersama. semacam cap cip cup mungkin.


Net Mediatama Indonesia. Ada percik semangat membara saat akhirnya saya ambil bagian di dalamnya. Menjalani sebuah peran dan profesi baru, meninggalkan warna warni dunia mahasiswa.

Saya ada, bersama orang-orang sukses yang dulu hanya saya bisa lihat di layar kaca. Atau hanya pernah saya dengar namanya. Mereka ini pasti juga orang-orang nekat, yang rela meninggalkan zona nyamannya demi sesuatu yang masih gelap. Bergerak terus mencari tantangan baru dengan modal keyakinan dalam serba ketakpastian. Karena bukankah kata Einstein yang paling pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.

Lalu mengutip tweet manis admin @revolusimedia pagi ini "... jika fokus pd kemungkinan, km akan memiliki lbh bnyk kesempatan." Hal-hal tak pasti, hal-hal serba mungkin bisa jadi jauh lebih memberi kita banyak peluang daripada hal-hal yang pasti .



*gambar dari sini

Februari 16, 2013

tiap kali gagal (meski sudah terbiasa dengan rasa pahitnya) tetap saja rasanya seperti terlempar ke jurang terdalam. sakit.

*lalu terdengar suara tenor chris martin*
when you try your best but you don't succeed...

Februari 15, 2013

Similarity


Akhir-akhir ini saya bertemu banyak sekali orang baru. Beberapa mungkin akan menjadi teman sisanya mungkin hanya sekedar lewat saja dan lupa.

Dari sekian banyak orang yang saya temui ini, saya merasa bahwa tiap orang yang saya temui atau kenal ada persamaan tingkah laku dengan orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Mulai dari cara bicara, cara teriak, gesture, cara berjalan, cara menunjuk, dan beragam tingkah laku lain dari seseorang. Mungkin kesamaan gen? (entahlah, karena biasanya induk-anak memiliki kebiasaan yang sama atau hampir sama).

Konon katanya, seorang manusia memiliki kemiripan rupa dengan 7 atau 9 atau entah berapa saya lupa dengan orang lain di seluruh dunia. Entah benar entah tidak, tapi saya yakin bahwa tiap orang memiliki tingkah laku yang bisa mirip plek dengan orang lain (yang tidak ada hubungan darah tentunya).

Februari 01, 2013

Enigma



Sang waktu terus bergerak tanpa peduli perasaan. Detik demi detik bergulir serasa menggeser idealisme masa muda. Menunjukan tentang keyakinan-keyakinan semu, merontokkan mimpi, menerangkan harapan-harapan kosong yang tak jelas pasti kapan akan terwujud.
Kemanakah kepercayaan diri yang dulu, benarkah ia ikut tergerus dalam pusaran waktu. Timbul tenggelam seiring terbit terbenamnya matahari. Kemanakah jati diri.
Haruskah menyerah pada sang waktu?

Januari 31, 2013

Antagonis



Bagi saya, film yang membuat kesal dan menyesal sudah saya tonton itu adalah film yang sampai ending si tokoh jahat tidak mendapat balasan setimpal atas semua kejahatan yang sudah dilakukannya. Mungkin terlalu klise bahkan kuno jalan cerita yang demikian dimana sebuah cerita si tokoh jahat kalah oleh kebenaran dari si tokoh baik. Tapi jika sampai akhir si tokoh jahat tetap ada dan masih jahat membuat otak saya berkerut-kerut “Memang ada ya orang yang demikian di dunia?”

Januari 27, 2013


belum. belum apa-apa. belum seberapa. masih panjang yang hendak kau tempuh. jadi kau tak boleh lelah. begitu ya aturannya?


 

Januari 20, 2013

Catatan Pagi


Tentang pagi. Aku ingin sekali berbagi denganmu tentang pagi. Pagiku.

Pagiku mungkin bisa berarti kamu, karena sepertinya namamu sudah selalu otomatis tersebut di tiap sujud awal pagiku. Atau bisa jadi, pagi berarti obsesiku tentangmu. Tentang impian yang masih mengabur.
Mungkin bisa juga pagi adalah batas akhirku mengharapkanmu. Berharap mulai hari ini dan seterusnya aku mampu tak tergantung padamu. Mampu tak melulu menginginkanmu, bersiap jika semesta nanti ternyata tak pernah menghendaki kita bersama.

Maka jika seharian ini mendung selayaknya pagi yang masih gelap, seharian pula aku akan terperangkap pagi. Jika matahari tak kunjung bersinar aku akan terus terjebak dalam pagi. Hingga gelap.

*gambar dari sini

Januari 08, 2013

Pemimpin


Saya suka kagum dengan orang-orang yang berambisi sekali menduduki jabatan atau posisi penting tertentu. Orang-orang demikian punya rasa percaya diri dan keyakinan yang tinggi, bahwa ia mampu menjadi pemimpin besar. Salut!

Saya beberapa kali sempat menjadi pemimpin (di kelompok kecil sih). sejak SD entah bagaimana ceritanya saya selalu ada di posisi yang pada akhirnya tak bisa mengelak ketika ditunjuk menjadi pemimpin. mulai dari ketua regu pramuka, pemimpin lomba gerak jalan, ketua tim lomba senam, ketua kelompok belajar, dan lain sebagainya sampai saya kuliah dan menjalani beberapa peran saya di organisasi atau tugas kelompok. sebagian memang saya inginkan tapi kebanyakan karena "kepepet" tak ada pilihan untuk menolak.

Desember 25, 2012

Kepuasan Konsumen


Ini cerita seorang bapak-bapak.
"Mbak, yang itu harganya berapa..."
"Sekian, Pak..." Jawab si mbak cantik pramuniaga toko.
"Kalo yang itu..." Si Bapak nunjuk ke barang yang lain, yang dari jauh juga sudha keliahatan kualitasnya lebih bagus.
"Wah mahal, Pak..."
"Berapa?" Si Bapak masih sabar.
"Mahal lho, Pak... kisaran sekian...." Mbak pramuniaga masih berteka-teki menunjukkan harga.
"Lha ya berapa, tho Mbak. Kan ya ada harganya..." Tegur Si Bapak mulai kesal.
"....." Mbaknya akhirnya menyebutkan sederet angka.
"Lha ya mbok bilang daritadi. Jangan dikira saya ndak mampu beli." Bapaknya dengan nada agak tinggi.
"..........." Si Mbak terdiam.

Kejadian seperti itu sebenarnya juga sering saya hadapi, dimana pas saya mau beli sesuatu eh penjualnya judesnya minta ampun. Kalau saya sih, kalau tidak kepepet sekali tidak akan pernah menginjakkan lagi di toko tersebut.

Nah, apa yang bisa dipelajari. Tentang kepuasan konsumen. Hal-hal kecil seperti itu senyatanya diperhatikan oleh pemilik-pemilik toko, apalagi yang masih skala kecil agar usahanya tetap bertahan. Kebanyakan cenderung berpikir bagaimana menyediakan produk-produk berkualitas, tetapi malah lupa bahwa di atas segalanya konsumen memegang peranan yang penting. Menyebalkan bukan saat kita hendak berbelanja justru diremehkan, semiskin apapun kita...

Pembeli kan raja...


Desember 22, 2012

nulis, kirim, nulis, kirim, nulis, kirim, gagal, gagal, gagal. nulis, nulis, nulis, nulis, baca, baca, baca, baca, nulis, kirim!

banyak sayembara nulis yang saya ikuti, tapi belum ada satupun yang menang. oke. pasti lain kali juara, pasti pasti pasti. Seperti kata Andrea Hirata, "Berkaryalah, karena karya akan menemukan jalannya sendiri"

terus berkarya!


Desember 21, 2012

Monolog Desember

Desember 2012

-  apa yang ramai di televisi?
+  masih sama itu-itu saja.
-  terus apa yang sudah kamu lakukan, al?
+  masi sama itu-itu saja.
-  ......?
+  eee...  saya sudah mencapai beberapa hal tahun ini, meski ada banyak hal yang belum tercapai. dan saya akan mencapainya setelah ini.
-  oke.

Ada banyak hal yang tercapai, meski lebih banyak lagi yang belum tercapai. Tapi bukankah tidak ada yang tidak bisa disyukuri...

Desember 18, 2012

Why so serious, al...



Saya teringat sebuah malam. Malam dimana seseorang berkata pada saya, bahwa saat kita sedang ada di suatu momen tertentu sudah sewajarnya kita menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.
Secara umum saya sepakat.

Tapi mengingat konteks percakapan kami saat itu, saya jadi ragu. Saat itu, kami terlibat di suatu kelompok (kumpulan teman-teman lama) dengan jalan pikir dan pengalaman masing-masing yang jauh berbeda saat masih sama-sama berseragam putih abu. Kami dengan idealisme masing-masing saling berargumen, dan si kawan saya yang satu tadi membisikkan hal tersebut pada saya. Saya pun akhirnya diam dan mengikuti perkataannya.

Desember 07, 2012

Ladies... We aren't a materialistic person. Are we?

Terganggu menonton sebuah TVC salah satu bank di Indonesia.

Iklan kartu kredit. biasa sih ya.
kalo iklan kartu kredit untuk membeli rumah, membeli mobil, atau barang prestige apapun saya sih nggak terlalu terganggu. tapi kali ini, sebagai pengamat iklan televisi (halah! nonton iklan juga sekali-sekali :p) saya terganggu dengan materi iklan : melamar pacarnya pake barang kreditan. saya tidak bilang itu salah. saya juga tidak sok jual mahal tak mau diberi barang mahal (mau banget lah!). tapi kalau dibayarnya kreditan? ngggggg.... ya gimana ya....

Iklan itu kan kalo kata bu dosen advertising (favorit mahasiswa) saya dulu harus based on data. artinya ada data kuat sebagai pondasi dibuatnya materi iklan yang demikian. Nah, apa iya sih benar seperti itu matrenya perempuan Indonesia? Nah, apa namanya kalau bukan matre rela dilamar pake barang kreditan. Well, mari para perempuan kita tanya pada diri sendiri...

Desember 04, 2012

Get Merried

Sedang ramai sekali membahas Pak Bupati Garut yang konon katanya sudah menikah (siri) dengan gadis di bawah umur dan menceraikannya setelah empat hari pernikahan. Seperti apa kebenarannya? Saya tidak tahu juga. Di media begitu rupa-rupa ceritanya. Tentu saya tak ingin percaya begitu saja.

Saya tak hendak berkomentar panjang lebar. tak hendak pula mencari siapa yang salah, pun tak hendak mempertanyakan yang sudah tak bisa dirubah.

saya hanya sedikit mencatat pesan untuk saya sendiri dan anak, cucu perempuan saya kelak.

Menikah itu pilihan.
mau menikah dengan siapa, dengan orang bagaimana, umur berapa, dari golongan apa, menikah kapan, mau nikah siri atau nikah sara dan lain sebagainya itu semua pilihan.

di setiap jejak langkah, kita punya pikiran dan hati untuk bertindak. maka, kita punya otak untuk memilih dengan siapa kita akan menikah. juga punya hati untuk menentukan dengan orang macam apa kita akan menikah.

maka jadilah cerdas, milikilah daya tawar. juga jangan biarkan hak pilih dirampas
perjuangkan dan jangan pernah menyerah
Pilihan selalu ada di tangan. Tapi ingat, ada konsekuensi dari setiap pilihan.


 *gambar dari sini

November 23, 2012

Kasih Anak Sepanjang Galah, Kasih Ibu Sepanjang Masa


Katanya, tidak ada yang namanya anak nakal. tapi apa sebutannya jika ada seorang anak yang "terampil" meneriaki orang tuanya bahkan memakinya, padahal usianya baru lima-enam tahun?

seseorang yang saya kenal, sebut saja si Y, adalah seorang janda muda dengan satu putra usia lima-enam tahun yang saya singgung sebelumnya. si anak ini berkelakukan buruk sekali. suka membentak ibunya, memaki ibunya, termasuk siapapun yang menegurnya. kesimpulan saya mengarah mungkin diakibatkan oleh perceraian orang tuanya. atau whatever yang saya sendiri juga tidak tahu dan tidak ingin mencari tahu (bukan urusan sayalah!).

November 10, 2012

Selamat Hari Tanggal Cantik!


Selamat Hari Pahlawan!

Selama 23 tahun saya hidup di dunia, 10 Nopember saya percayai sebagai Hari Pahlawan, konon katanya di tanggal itu terjadi pertempuran besar-besaran merebut kemerdekan di Surabaya, terjadi perobekan warna biru di bendera Negara Belanda menjadi merah-putih. Amat heroik!

Dan hari ini, kembali berulang 10 Nopember lagi. Lebih saya akui sebagai tanggal cantik pernikahan manis  di seluruh Indonesia. 10 Nopember 2012. 10-11-12. Yakin deh, banyak sekali pernikahan yang sengaja di”pas”kan di tanggal ini.

Lalu, dimana sisi memperingati Hari Pahlawannya?  Menikah a.k.a membentuk sebuah keluarga adalah salah satu bentuk lain menjadi pahlawan. Meski tidak dalam lingkup yang besar (bangsa  atau negar) pada intinya menjadi suami atau istri adalah sama-sama berjuang. Berjuang demi kesejahteraan keluarga. Apa iya begitu? Mmm... ya anggap saja begitu.

Nah, selamat Hari Tanggal Cantik!