April 20, 2015

Cincin



​

Simbol. Tanda. Petanda. Semacam belajar semiotika. 
Tapi disana letak impian saya. 
Selamat datang cinta. Tak pernah lelah bibir ini berucap doa. Semoga! 


Maret 21, 2015

Habibie Lainnya


Bukan hanya Habibie, siapapun... Seorang kekasih akan selalu nampak luar biasa ketika mengisahkan tentang kekasihnya. Tiap kata yang keluar merupakan pujian meski yang diceritakan adalah kebiasaan buruk kekasihnya. Mata seorang kekasih, juga masih akan sarat pemujaan ketika bertutur tentang kekasihnya.

Di luar sana, di bumi ini, ada banyak pasangan seperti mereka. Maka, bukan tak mungkin pula kita bisa menjadi bagian dari mereka!



*gambar dari sini

Februari 08, 2015

Naik Motor Keliling Kota

Tahun lalu, di akhir tahun saya kepingin punya motor. Mengingat akomodasi di Jakart kemana-mana agak repot (walau tak bisa dibilang susah), punya motor jadi harapan. Cuma, setelah beberapa kali naik motor di jalan -amoral- Jakarta jadi pikir-pikir lagi sih.

Beberapa kali nyoba (lagi) naik motor di jalanan Jakarta, motor dipinjemin sih, tapi sensasinya deg deg duer... berasa inget jaman dulu naik motor pertama kali di jalan raya pasca baru bisa naik motor.
Ada banyak tantangan naik motor di Jakarta.

Naik motor di sini mikir semacam mau UAS. Mungkin lebih tepatnya berstrategi sih. Banyak jalan bikin bingung. Mau belok kemana harus dipikirin, padahal lampu merah masih satu km di depan. Kalau sudah di lampu merah dan belum tahu harus belok kemana siap-sip deh diteriakin, diklaksonin. Driver di Jakarta engga selow.

Terus andaikata salah jalan, salah belok. Udah deh muternya jauuuuuuuuhhh.... Kalo di kampung salah belok tinggal puter balik, di sini puter baliknya jauh. Harus sabar.

Februari 07, 2015

I love you because...



"So, I love you because the entire universe conspired to help me find you"
-Paulo Coelho, The Alchemist

Januari 31, 2015

Soal pilih yang mana...

Hari ini topik kami tentang cinta, cinta antara dua orang beda jenis. Di meja breakout kantor, kami -saya dan beberapa rekan- membicarakan tentang relasi istimewa rekan kami lainnya. 

Bagaimana sepasang manusia yang belum lama berelasi istimewa ini, kini malah sudah menikah dengan pasangan masing-masing dalam rentang waktu belum ada setahun pasca menjalin cinta lalu putus begitu saja.

Adalah jodoh, sama dengan rejeki, yang tidak bisa ditebak. Juga perkara nasib, sangat bisa kita usahakan. Meski ada Tuhan yang campur tangan. Maka perihal bersama atau tidak bersama, biar Tuhan saja yang atur.

Tujuan sebuah hubungan bukan lain adalah bahagia. Bisa bahagia dengan bersama, atau justru dengan tidak bersama. 

Januari 03, 2015

Lelaki Baik

Malam ini, ketika playlist mengalunkan soundtrack film favorit saya Hari untuk Amanda (So Right-nya Music for Sale), pikiran saya melayang-layang melupakan denyutan tipis rasa sakit yang mendera di pipi kanan. Karena sakit gigi.

Saya bersyukur. Jika di luar sana, ada cerita bahwa tak sedikit perempuan yang mendapat kawan dekat (pacar) tak baik, saya tidak demikiam. Di seperempat abad usia perhitungan manusia, saya telah mengenal dekat dua orang lelaki yang luar biasa baik. Bapak saya tak masuk hitungan.

Desember 30, 2014

Dan demikianlah kehidupan berjalan ...

Konon Tuhan memberikan ujian dalam dua jenis. Yang pertama berupa kebahagiaan atau kemudahan, yang kedua berupa kesusahan atau kesedihan.

Ada begitu banyak hal yang terjadi dalam satu tahun terakhir hidup saya, di perempat usia  perhitungan manusia. Bagaimana sesorang yang awalnya paling dekat kini menjadi orang asing, atau bagaimana orang yang awalnya asing kini menjadi orang paling dekat, patah hati tapi sekaligus bangkit untuk berelasi kembali, sudah saya alami. Atau bagaimana saya mulai nyaman -mungkin.malah.terlena.pada.kenyamanan- dengan pekerjaan saya dan kemudian berfikir untuk loncat ke profesi lainnya. Mencoba PNS kemudian gagal. Berencana main ke luar negeri, bahkan mengurus paspor saja masih beribu hal menjadi alasan. Berniat traveling tiap ada kesempatan, tapi selalu lebih pilih pulang menghabiskan cuti panjang.

Satu tahun penuh ujian. Tapi bukankah tiap tahun memang demikian, penuh tawa, berkali-kali tangis duka, jatuh, lalu bangun lagi. Sakit, sembuh. Dan demikianlah kehidupan berjalan.


Drive a little slower
Don't matter where we're going going now 
-Long Drive, Jason Mraz


Desember 25, 2014

Kado



Selamat merayakan Long Weekend di hari Natal yang dempeten dengan Sabtu Minggu!

Kado saya sudah datang! Kado yang dibeli dengan uang sendiri untuk diri sendiri. Kadangkala kita abai pada kita sendiri, lupa memberi reward padahal kita sering menyuruh diri sendiri bekerja keras! bukan bekerja keras dalam arti fisik, tapi... bukankah senantiasa berusaha positif di setiap kondisi padahal serangan energi negatif sedang kuat-kuatnya adalah hal tak mudah?

Nah, sekarang saya ingin memberi penghargaan pada diri saya untuk itu.

Apa kadonya? Laptop baru! Setelah hampir dua tahun nulis blog (enggak rajin-rajin nulis juga sih) pakai smartphone yang nyatanya tak lebih nyaman dari komputer.

Sederhana. Tapi bukankah bahagia itu yang demikian kan...


*gambar dari sini 

Desember 05, 2014

Mau atau Tidak Mau

Saya selalu percaya bahwa kebahagiaan itu kita ciptakan sendiri.

Tiap kali saya bangun tidur dengan kepala berat dan perut mual- setelah beberapa jam sebelumnya baru pulang kantor menjelang subuh-padahal di hari sebelumnya berangkat ke kantor sesuai jam normal biasa- saya mengingatkan diri sendiri bahwa ini adalah konsekuenai atas impian saya dulu.

Bekerja di industri televisi, pernah menjadi impian saya semenjak masih sekolah. Saya ingat dialog dengan kawan SMP namanya Adinda. Kami bercerita saling berbagi cita-cita, dan bahwa kelak saya ingin bekerja di TV (hanya berdasar argumen bahwa pekerja TV itu keren). Saya membuktikan sendiri, bahwa cita-cita sejatinya tak susah diraih asal yakin dan terus mengupayakan cita-cita itu. Pilihannya hanya mau atau tidak.

Betapa di kala SMA saya bersikukuh tidak mau masuk IPA karena yakin bahwa saya sudah bersikap atas cita-cita saya. Pada masanya jurusan IPA masih menjadi prioritas karena banyak pilihan ketika masuk universitas (entahlah dengan sekarang). Dan ketika akhirnya saya melunasi janji pada diri sendiri, puas memang. Bahwa saya bisa.

Kini menjadi besar di jalur pilihan saya adalah sesuatu yang barangkali tidak mustahil. Masih sama seperti dulu, tinggal mau atau tidak mau.

Tapi, mengulang kembali tulisan di paragraf dua tadi... Tiap kali saya bangun tidur dengan kepala berat dan perut mual- setelah beberapa jam sebelumnya pulang hampir subuh-padahal di hari sebelumnya berangkat ke kantor sesuai jam normal biasa- membuat saya makin paham frasa bahwa ada harga yang harus dibayar demi apapun. Dan barangkali malah membuat saya tak lagi optimis, bahwa saya cocok di jalur ini.

Yah, kebahagian memang kita yang atur sendiri bukan...

November 16, 2014

Undangan

Betapa setiap perempuan memiliki pernikahan impiannya. Saya? Sudah pasti ada. Bahkan sejak beberapa tahun yang lalu sudah punya konsepnya, yang masuk akal lah pastinya. Tapi, jangan pernah tanya kapan merealisasikannya :p

Bulan ini (dari bulan lalu) banyak undangan nikahan saya terima. Setiap kali undangan sampai ke tangan saya, saya termangu. Betapa sebuah undangan memiliki kisahnya masing-masing (ala-ala Hari untuk Amanda). Keringat si pengantin, emosi, jengkel, marah, bisa jadi kecewa, pun haru bahagia. Kenapa begini, kenapa akhirnya bisa begitu, kenapa malah yang ini, bukan yang itu. Sebuah undangan menjadi simbol berlangsungnya cerita anak manusia.

Lalu saya jadi paham kenapa bapak ibuk saya masih menyimpan undangan pernikahan mereka di album foto perkawinan. Ternyata bukan hanya soal tanggal, bukan hanya soal waktu, melainkan kisah di balik itu. Atau malah, bisa jadi sebenernya undangannya sisa aja di kala itu. Haha!

Selamat tengah malam. Dan selamat mengakhiri akhir pekan! Selamat kembali ke realita lima hari ke depan!!

November 14, 2014

Minor Bermasyarakat

Bila di masa sekolah kita diajarkan teori bermasyarakat, kini ketika dewasa seringkali kita dihadapkan untuk praktek bermasyarakat.

Minggu lalu, bapak kos saya meninggal. Karena penyakitnya juga karena usia. Berbendera kuning di depan pagar, malam itu kos mendadak menjadi ramai orang-orang. Saudara-saudara si empunya rumah.

Saya bukan tak pernah menghadiri pemakaman. Beberapa kali menjadi tuan rumah di upacara pemakaman. Tapi, ketika kejadianya bapak kos meninggal ini saya justru kebingungan, saya harus bagaimana? Datang ke upacara pemakaman pasti. Lalu apa? Bawa beras takziyah seperti layaknya di kampung saya atau bagaimana?

Ternyata hal seperti ini sering tak terpikirkan. Bahwa ternyata, ada hal-hal sepele yang menunjukkan sekalipun saya hidup sendiri, tetaplah saya bagian dari masyarakat. Meskipun minor. Saya lalu ingat, betapa hampir bahkan tak pernah berinteraksinya saya dengan tetangga kos. Sibuk dengan dunia sendiri, sampai kadang-kadang tak sadar apa yang sudah terjadi pada kehidupan di sekeliling kita.

Ah, siapa tak rindu tinggal di kampung...

Oktober 24, 2014

Lupa Luka Lupa



Berbicara soal luka, salah bahwa saya hanya ingat bagaimana saya dibuat luka. Tapi lupa, bahwa saya juga pernah sebabkan luka.


Oktober 13, 2014

Flashback

Beberapa waktu yang lalu, pasca berakhirnya relasi dengan pria yang saya gadang jadi bapaknya anak-anak saya nanti, saya sempat bimbang mau diapakan blog ini. Mengingat banyak sekali tulisan yang isinya tentang dia, dia, dia, lalu dia lagi.

Kembali membaca beberapa postingan pastilah membuat jiwa raga pikiran ini tercabik-cabik. Tapi toh kemudian saya masih terus menulis, semacam selfhealing mungkin. Dan taraaa .... saya putuskan tidak menutup blog ini. Juga tidak membiarkannya berdebu bersarang laba-laba. Atau menghapus postingan yang terkait dengan pria yang pernah membuat saya bahagia itu. Bahkan saya bertekad akan makin sering menulis, yang meskipun wacana seringnya tetap jadi wacana sih.

Saya ingin terus menulis di sini, terus bercerita. Tentang apa saja. Walaupun kebanyakan soal perasaan saja :p. Hanya satu yang tercetus dipikiran saya, kelak saya akan punya anak. Rasa-rasanya, saya ingin meninggalkan jejak agar anak saya di kemudian puluhan tahun mendatang tahu betapa melankolisnya mamanya. Betapa menye-menyenya mamanya kala jatuh cinta, pun dengan patah hati. Karena siapalah saya. Tak akan ada yang tertarik menuliskan kisah hidup saya. Jadi, saya rasa satu-satunya cara ya hanya dengan menulis di sini dan terus menulis di sini. Mudah-mudahan, Yang Di Atas memberi banyak kesempatan pada saya dan anak bahkan cucu saya untuk membaca tulisan ini kembali bersama-sama.

Oktober 11, 2014

Perahu

Aku pernah bermimpi memiliki perahu. Perahu sederhana yang membuat penumpangnya bahagia. Gambar rancangan sudah kupunya. Tapi belum sampai aku punya perahu, gambar itu malah hancur tanpa ada repronya. Aku menangis sampai sesak nafas karenanya.

Aku masih bermimpi memiliki perahu. Kini aku kembali menggambar rancangan. Silakan kau simpan, karena aku percaya gambar ini akan aman. Silakan kau simpan, karena jika suatu saat perahu itu sudah selesai dibuat, kuserahkan padamu dan silhkan kau pimpin pelayaran.

Calon nahkoda, selamat datang.

September 10, 2014

Welcome, home!

Dan perjalanan mencari "rumah" itu tak pernah mudah.

Setelah sekian lama saya merasa tak punya "rumah", kehilangan "rumah", sekarang saya kembali memiliki "rumah". Yang benar-benar saya akui keberadaannya, saya terima apapun kondisinya.

Kini saya kembali merasa punya tujuan, tahu kemana harus pulang, tahu kemana beristirahat ketika lelah datang, tahu kemana meminta pertimbangan ketika ragu, dan -kembali- tahu apa yang saya harus lakukan kemudian.

"Rumah" yang semoga tahan badai. "Rumah" yang semoga selalu bisa menjadi tempat berpegang. "Rumah" sederhana yang semoga bisa membuat saya selalu merasa kaya.

September 02, 2014

Mengupayakan Kebahagiaan

Pagi ini saya random membaca blog tulisan dari orang lain, yang tidak saya kenal, bahkan juga tidak terkenal. Saya membaca banyak kisah, mulai dari sepele kisah keseharian sampai hal indah di luar nalar. Satu hal yang saya temukan, yang menghubungkan cerita-cerita yang saya baca, bahwa kebahagiaan memang harus diciptakan.

Yang harus dimulai dengan membahagiakan diri sendiri. Dan urusan membahagiakan orang lain menjadi kebih mudah ketika tuntas membahagiakan diri sendiri.

Tidak perlu mendengar kata orang untuk berbahagia. Karena masing-masing orang memiliki ukuran yang berbeda dalam berbahagia. Seperti anak kecil yang akan bersuka luar biasa dengan hanya menerima permen coklat favoritnya.

Maka pagi ini saya bersyukur kembali. Berbahagia dengan keadaan saya sekarang. Lalu berusaha tidak terlalu menggantungkan kebahagiaan pada orang -seperti.yang.saya.lakukan.dulu.pada.masmantan- dan bahwa kebahagiaan selalu bisa diupayakan.

Agustus 18, 2014

Merayakan Kebahagian

18 Agustus 2014
0.07

Saya selalu suka dimana saya akan bermalas-malasan saja ketika sebuah pekerjaan dan tanggungjawab istimewa selesai saya tunaikan. Seperti detik ini. Waktu yang saya nantikan sebelumnya, dimana hari berganti, sisa keriuhan pekerjaan tadi siang yang menempel di otak sirna, yang ada hanya saya dan pemilik saya.

Tenang dalam kegelapan, memasang headset kemudian mendengarkan lagu yang membuat hati tentram. Sekarang saya sedang mendengarkan All of You-nya John Legend dan mungkin akan berputar semalaman.

Cara saya memang begitu sederhana merayakan dan memaknai kebahagiaan.

Agustus 07, 2014

A Sky Full of Star

"Matanya aja kosong gitu. Lagu sedih ini." komentar rekan kerja di suatu sore ketika kami mengomentari video klip baru-nya Coldplay A Sky Full of Star. Videoklipnya sih menurut saya sendiri lucu, riang.

Benar. Chris Martin bercerai dari Gwyneth Paltrow beberapa saat sebelum album barunya -yang katanya curhatan dia- rilis. Full selabum sih memang terdengar mellow, begitu mencabik-cabik perasaan dan jiwa. Konon kabarnya, Chris Martin cintanya begitu besar pada sang istri. Beberapa lagu diciptakan dan ditujukan khusus untuk istrinya. Mereka berbahagia dan seperti pasangan lain tak ingin terpisah sampai maut akhirnya hadir.

Tapi cinta, memang rahasia. Tak bisa diduga. Ketika Fix You ditulis lalu menjadi alunan melodi nan memesona, Chris Martin tak pernah menduga bahwa kelak, bertahun-tahun kemudian dia dan sang istri yang memiliki cintanya, akan berpisah juga.

Juli 26, 2014

Singgah

"seringkali, kita harus singgah di suatu tempat, di suatu keadaan lebih dulu untuk benar-benar sampai ke tujuan kita."

Juli 20, 2014

Monolog Penyesalan

Aku bukan Tuhan yang bisa memberimu berkali-kali kesempatan. Setelah bahkan kau dustai Dia, berkali-kali juga.
Aku adalah orang yang hanya menyesalkan, setelah kau lewatkan kesempatan-kesempatan. Meski bahkan kau jungjung tinggi kesetiaan dan kepercayaan.