Juni 23, 2013

Romantismemaya #3

Kamu datang dalam teleponmu sore ini, "jadi aku jemput ya..."
Aku hanya bisa menelan ludah, membenarkan dugaan atas kegamangan menerima teleponmu.
"Sekarang nggak mau lagi ya jalan sama aku..." Katamu lagi.
"Bukan gitu..."
"Tapi nggak mau diajak jalan." Tegasmu.
Aku hanya terdiam.
"Kamu tahu pasti alasanku..."
"Dan kamu lebih paham perasaanku, juga perasaanmu sendiri."
"Dan kamu nggak mau tahu perasaan orang lain diantara kita."
Kamu terdiam. Seperti katamu, aku memang jahat. Padamu. Dan meski pada hatiku sendiri.

Kita ibarat orang yang bertemu di shelter. Pemberhentian sementara. Yang kebetulan shelter itu membuat kita sama-sama betah dan nyaman. Hingga kita hampir lupa bahwa ini hanya shelter, pemberhentian sementara. Bukan tujuan kita. Kamu akan tetap ke rumahmu. Dan aku kembali ke rumahku.

Maka sebelum kita terlalu jauh hingga lupa rumah kita masing-masing, sebaiknya kita hentikan. Karena sampai kapanpun, shelter tetaplah shelter, pemberhentian sementara.



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Mei 30, 2013

Jakarta Jilid Berikutnya


Fix. saya kebagian libur hari jumat dan sabtu. gimana rasanya libur saat yang lain belum libur? biasa aja sih. hahaha
yang pasti, saya tak merasakan "i hate Monday" seperti pegawai pada umumnya yang memulai aktifitas banting tulang di hari Senin. saya justru "i hate Sunday"

Btw, sudah tiga bulan lebih saya di ibukota, dan belum pernah pulang sama sekali. apa rasanya? luar biasa! saya tak pernah merasa rindu rumah serindu ini sekaligus nyaman di kota orang senyaman ini. saya ingat sekali, bagaimana dulu waktu saya jadi perantau di Solo pertama kali. butuh waktu hamnpir berbulan-bulan, bahkan mungkin tahunan sampai saya benar-benar betah di Solo. rasa ingin pulang melebihi apapun.