Desember 07, 2012

Bahasanya Kromo Inggil lho...

Ada berapa banyak orang Jawa yang anaknya sekarang ini jago bahasa inggris? sudah tak bisa dihitung jari, yang kesehariannya bahasa Indonesia apalagi. Tapi ada berapa banyak anak yang jago kromo inggil? di daerah saya hanya menemukan seorang anak saja.

saya bilang unik.
Ilhan. Usianya belum genap sepuluh tahun tapi nritik berbicara dengan kromo inggil (bahasa paling tinggi dalam tingkatn bahasa Jawa). Ia anak laki-laki kedua dari tiga bersaudara yang kesehariannya menjadi siswa sekolah Islam. Tahu kan, kalau di sekolah Islam seperti itu malah diajari banyak bahasa, tapi dia memilih berbicara  kromo inggil dengan orang yang lebih tua, orang tuanya juga pastinya!. Padahal kakaknya, sama sekali tak menggunakannya. Keluarganya? mmm... tidak juga. Ngoko semua malah.

Mungkin dia memang belum menguasai bahasa Inggris seperti anak-anak jaman sekarang, atau bisa jadi dia tidak terbiasa juga berbicara bahasa Indonesia sebagaimana keluarga yang bahasa persatuannya bahasa Indonesia. Tapi toh dia tidak menggunakan Jawa ngoko juga. dia memilih kromo inggil yang tingkat kesulitannya yang saya kira sama seperti bahasa asing lainnya.

Ah, malunya saya...

Di era yang anak masih ngompol saja sudah dibiasakan berbahasa Inggris, atau anak yang dibiasakan berbicara bahasa Indonesia meski dibesarkan di lingkungan yang berbahasa dan berbudaya Jawa, atau anak yang fasih berbicara ngoko dan sesekali beralih ke bahasa Indonesia karena sering keseleo lidah saat memilih diksi kromo (adalah saya :p) maka si Ilhan ada diantaranya dengan kebersahajaan dan penuh kehalusan tutur bahasa, kromo inggil. Salut dari hati terdalam!

saya dan Ilhan saat lebaran Idul Fitri tahun lalu.


*bacaan : Tingkatan Bahasa Jawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar